humor

28.9.11

Mengapa Jilbab ?

 

Sebagai muslim/muslimah, tentu siapapun pasti berusaha untuk sebisa mungkin menyempurnakan agamanya. Hal ini pasti terlintas di hati siapapun yang mengaku dirinya Islam, walau dia nakalnya minta ampun katakan, jika tidak bisa sekarang,maka suatu saat. Niat dan keinginan yang sangat bagus.

Dan salah satu daripada keinginan itu adalah : Berjilbab. Muslimah manapun pasti sadar bahwa ada keharusan berjilbab baginya, hanya sebagian ada yang masih enggan atau malu mengenakannya dengan alasan belum siap karena hatinya dan agamanya belum baik, sholatnya masih suka bolong sehingga tidak pantas berjilbab. Berjilbab ntar saja kalau sudah benar-benar baik. Atau,daripada berjilbab tapi masih suka hidup bebas,masih suka ngelakuin dosa,mending tidak berjilbab dulu.

 Sebenarnya ada sedikit pemahaman yang perlu diluruskan. Pada dasarnya jilbab itu tidak menunggu apakah sikap dia harus baik dulu apa belum, atau sholat dia udah lengkap atau belum, atau dia udah naik haji apa belum. Jilbab, sama sekali tidak berhubungan dengan itu semua. Jilbab adalah identitas setiap wanita muslimah, jadi otomatis saat dia baligh,masuk usia tanggung jawab beragama (taklif) maka jilbab harus dikenakannya. Walau dia masih mbandel sekalipun. Tentu ketidak tepatan saat seseorang menolak berjilbab karena dalih tadi,masih bandel katakan.



Berat memang tentu memulainya,namun kita juga tidak bisa begitu saja menyalahkan kenapa muslimah tersebut tidak berjilbab,sebab unsur lingkungan yang membuat sebagian muslimah kurang tepat memahami jilbab. Lagi, yang perlu diluruskan, jika lihat ada muslimah berjilbab dan masih bandel lalu kita bilang, udah berjilbab kok masih gitu, ga ada fungsinya jilbabnya, pun ini juga kurang tepat,karena sekali lagi,jilbab tak ada hubungan dengan itu semua. Walau tentu berjilbab sendiri adalah membantu menjaga dan diam-diam menjadi tameng yang kuat bagi tiap muslimah,serta pelan-pelan merubahnya jadi baik.
 
Lantas bagaimana sekarang yang belum berjilbab? Yah setidaknya digerakkan niat di hati untuk berniat mengenakan jilbab, sebab ia adalah ID seorang muslimah,untuk membedakan dengan yang lain, ia adalah keharusan tanpa melihat kesiapan-kesiapan tadi.. Sebagaimana sholat adalah keharusan bagi tiap muslim. Sebuah kewajaran kan jika suatu komunitas ingin tampil berbeda dari komunitas yang lain?


Semoga Allah menjaga kita selalu,dan menunjukkan kita jalan hidup yang sebenarnya,amien. 
Penulis Ata Fauzun Binti Saif

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan