humor

22.9.11

Pintu Kayu

 

"Bruk!!"

"Bruk!!"



JegLeek!!



Terdengar suara pintu kayu ditutup dg kasar dn segera dikunci.Seseorang lari menuju kamarnya yg terletak di ruang bawah tanah di dalam rumah sederhana berpintu kayu yang hampir rapuh tersebut.Orang trsbut kemudian berjalan gontai menuju sudut kamar,,bersandar dg lemas,,dan terduduklah akhirnya.Matanya sedikit merah spt sedang mmbendung air mata.



Tok tok tok..

Suara pintu kamar diketuk.



Kreeekk....

Pintu dibuka.



"Hey!!kamu menangis??" tanya orang yg baru datang tadi setelah ia ada di dekat si pemilik rumah.Tapi yg ditanya hanya diam.Tersenyum getir,lalu menjawab dg suara bergetar,"aQ ndak nangis".

"Tapi mata...." kalimat tamunya terpotong oleh ucapannya,"ini bukan tangis.Lihatlah!!air mata ini belum ingin keluar dari tempatnya.Berarti ini buKan tangis,kan??"



Si tamu tidak berkata apa2.Ia tahu bahwa dalam keadaan spt ini sahabatnya tidak ingin diganggu oleh pertanyaan-pertanyaan apapun.Kemudian ia berjalan keluar kamar utk mengecek apakah seluruh pintu kayu di rumah ini telah tertutup??atau ada yg masih terbuka?



Ternyata ia menemukan seluruh pintu tertutup rapat.Tapii....Uupss!!ada apa dg pintu yang satu ini??...

Di belakang,ada satu pintu kayu yang tak bisa ditutup sama sekali,,Ditha..pintu apa itu??dan apa sebabnya?" tanya sang sahabat pada Anditha, pemilik rumah itu. Anditha tetap tak bergeming.

"Aq juga tak mengerti..brkali-kali Q coba menutupnya,,selama itu pula aQ tak pernah berhasil.Aq sedih akan hal ini, Dewi," keluh Andhita.

Dewi kembali duduk di sisi sahabatnya yg sedang bergundah hati itu. "Hmm..." ia menghembuskan nafas berat. Kemudian berkata pada Andhita, "Ditha,bagaimanapun ini adalah rumahmu. Serapuh apapun gubugmu ini, tetap kau yang punya. Kau tau maksudQ??" Tapi Andhita menggeleng. Ia terlalu lelah utk brfikir saat ini. Akhirnya Dewi menjelaskan lagi, "hanya kau yang tau cara menutup pintu kayu itu dg rapat serapat-rapatnya. Serapat yang kau inginkan."

Anditha berdiri. Seakan digerakkan oLeh sesuatu entah apa, ia tiba2 melangkah dg pasti menuju arah pintu kayu yang dimaksud. Sesampainya disana,, ia menatap lekat-lekat pda pintu kayu itu. Sebelum menutup pintu, Anditha dg segala kerendahan hatinya berdoa pda Tuhan,, Ya Allah Tuhan Yang Maha Pemurah atas segala pinta hamba-Nya,,Allah sandaran segala gundah,, dengan sepenuh hati aQ pasrahkan segala urusanQ pada-Mu.. Mohon ampunku pada-Mu atas segala dosa dan khilafku...Ya Allaah,,aQ meminta demi kebaikan jiwa yg rapuh serapuh pintu kayu ini,tutuplah pintu kayu yang rapuh ini dg sangat rapat tanpa celah yg membutnya terbuka sedikitpun..!!demi segala kebaikn atas hidupQ,,kumohon,,Allah..

Brak!!
Dibantingnya pintu kayu rapuh tsb dg keras. Cukup dg sekali bantingan,, Atas izin Allah, pintu itu sudah tertutup rapat dan tak ada celah.

Sungguh,,dy sangat bahagia melihat keadaan pintu kayunya saat ini. Senyumnya mengembang. Wajahnya mengguratkan kebahagiaan yang tak dpt diukur. Ia menoleh ke belakang tempat Dewi berdiri. Ingin bebagi kebahagiaan dg org yg selama ini ada utknya. Walau tak terucap dg kata, hanya senyum bahagia yang tak dibuat-buat.

Ya Tuhan,,dimana Dewi?? ia tak ada di tempatnya berdiri tanpa Anditha tau kapan dan kemana perginya. Dicarinya di setiap sudut rumah ini,,tapi hasilnya nihil. Anditha panik.

"Jika kau berdoa pada Tuhan,mintalah bintang!! Karena matahari terlalu panas buatmu.." Itulah pesan terakhir Dewi sebelum ia menghilang yg tertulis dibalik pintu kayu utama rumah itu.


-_- The End -_-

Ditulis Oleh  Makhluq Tuhan Paling Imuetz

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan