humor

16.9.11

Si Kecil Belajar "Cinta"

 

Sore ini suasana TPQ Al-Huda tak seribut kemarin, acara maulid Nabi Muhammad SAW telah usai. Semalam acara itu berlangsung sangat meriah apalagi dilengkapi dengan penampilan-penampilan nasyid dari santri-santri TPQ yang menghibur para hadirin yang sebagiannya juga merupakan wali santri.

Ijja duduk bersama teman-temannya. Sore itu TPQ libur, tapi tampaknya ada yang tidak senang dengan diliburkannya TPQ. Ijja tampak murung, dan  teman-temannya menyadari perubahan sikap Ijja. “Ayo kita nyanyi-nyanyi yok, nyanyi senandung Al-Fatihah bareng ja….”, Nur menebak hati Ijja yang mungkin murung karena ingin tetap latihan nasyid di TPQ tercintanya. Memang momen-momen seperti itu sangat disukai anak-anak karena mereka bosan dengan metode pembelajaran TPQnya yang begitu-begitu saja, butuh suasana baru dengan orang-orang yang fresh juga. Ijja tidak menyambut ajakan Nur, “ayo Ijja,,..” Nur pun semakin mendekati Ijja. “Enggak enak, kalu aja ada Mas Mul sama Pak Rozi”, ternyata ada yang lebih berarti dari hanya sekedar bernyanyi. “Hayooo… Ijja suka sama Mas Mul ya??? Hmbbmbt!!”. Tangan kecil Ijja berusaha membungkam mulut Nur, dia tampak marah. “SSSttt!! Gak mbak!!”, Ijja memang anak cengeng, hampir saja dia nangis, tapi air mata itu mampu tertahan. “Aku lho mbak enggak cinta sama Mas Mul, sampean iku nggak boleh, masih kecil kok”, Ijja berusaha menasehati Nur dengan kesederhanaannya,”hhiihihihi” Nur malah ketawa-ketiwi. “Masak seh? Aku nggak percaya”. Tapi saat itu hati Ijja benar-benar tak karuan, dia juga diam-diam bertanya pada batinnya, apa dia sedang merindukan kekasih seperti yang pernah dilihatnya di sinetron, ‘’Aku mau pecaya tapi ada syaratnya Ja,…”, “Apa Mbak?” langkah Ijja mengikuti arah Nur yang menjauh dari teman-teman yang lainnya. “Tutup mata ya..,, nanti buka pas aku bilang buka” Ijja tampak ragu dengan perintah Nur, Ijja pun malah beranjak meninggalkan Nur, “ijja..!! tak bilangkan ke temen-temen lho!” langkah Ijja berbalik arah, dia benar-benar dibuat kesal, tapi seperti tanpa pilihan. Teriakan Nur meresahkan hatinya. “ Ya Mbak aku merem, tapi jangan lam-lama ya..” Ijja pun mulai memejamkan mata. “Kamu kan kangen sama Mas Mul, kamu ingatkan pas Mas Mul ngajar Nasyid,?? suaranya merduuu,… pas kamu merem gini kamu bisa lihat Mas Mul gak??” Bibir Nur berkomat-kamit di sebelah telinga Ijja. Ijja mengernyitkan keningnya, “eeemmmm… iya Mbak aku lihat Mas Mul, Mas Mul pake baju kuning”, kata Ijja sambil tersenyum kecil, senyum hasnya. “Itu tandanya kamu cinta sama Mas Mul”. Ijja membuka matanya pelan, Nur beranjak tanpa jejak, ditingglkannya hati Ijja yang semakin bertanya-tanya, ijja kecil mendapat kesimpulan bahwa cinta itu ketika kita memejamkan mata malah mampu melihat dirinya, indaaahh,… Ijja kecil belajar cinta, anugerah yang istimewa dan didefinisikan secara sederhana.

By Faizah Rochman Zein  Penerbit imtiyaz
Cerpen ini merupakan hasil iseng dari Calon Penulis ^o^, terimakasih untuk Faizah Rochman Zein yang selalu bersedia menyumbangkan cerpen cerpennya untuk web penerbit imtiyaz ^o^, moga cerpen cerpen beliau bermanfaat hinnga terhimpun menjadi Novel

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan