humor

3.9.11

Telur Columbus, MENJADI PENCIPTA BUKAN PENGEKOR

 

Written By Fina Farhi Yasifun

Christopher Columbus (1451-1506) adalah seorang penjelajah dan pedagang yang menyeberangi Samudra Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada 1492. Ia percaya bahwa Bumi berbentuk bulat seperti bola, dan beranggapan sebuah kapal dapat sampai ke Timur Jauh melalui jalur barat.

Teori Columbus tersebut merupakan teori yang bertentangan dengan kepercayaan dunia pada waktu itu yang mempercayai bahwa Bumi itu datar seperti piring. Ketika Columbus mengutarakan niat untuk melakukan ekspedisinya, banyak orang yang menganggapnya gila. Namun Columbus tetap teguh pada pendiriannya dan kegigihannya berhasil membuktikan bahwa Bumi itu bulat.

Meski dikenal sebagai penemu benua Amerika, sebenarnya Columbus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika. Ia juga bukan orang Eropa pertama yang sampai ke benua itu karena sekarang telah diakui secara meluas bahwa orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara pada abad ke-11.

Setelah penemuan yang fenomenal itu, Columbus menjadi sangat terkenal dan diagung-agungkan oleh Raja dan seluruh rakyat. Columbus pun diangkat menjadi bangsawan kehormatan kerajaan. Kepopuleran Columbus itu membuat beberapa orang menjadi iri kepadanya.

Suatu hari, Columbus mengadakan perjamuan makan dan dalam kesempatan itu dia menceritakan semua kisah yang dihadapi dalam perjalanan menuju benua baru tersebut. Semua tamu undangan terpukau dan mengakui kehebatannya, namun beberapa orang yang iri dengan sinis berkata, "Apa hebatnya? Dia cuma berlayar dan kebetulan saja menemukan benua baru. Siapa saja juga bisa melakukan itu."

Mendengar hal tersebut, Columbus kemudian menantang para orang yang iri tersebut. "Marilah kita bertanding untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Barangsiapa yang bisa membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan ini, maka ialah orang yang terbaik dan semua gelar kekayaanku akan kuserahkan padanya."

Orang-orang yang iri tersebut menerima tantangan Columbus. Kemudian mereka mulai berusaha untuk membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan. Namun karena telur adalah benda yang bentuknya lonjong hampir bulat, maka mustahil untuk bisa berdiri tanpa dipegang. Setiap dicoba untuk didirikan, telur itu langsung saja menggelinding jatuh. Akhirnya mereka pun menyerah.

Kini tiba giliran Columbus, ia memegang telur rebus itu di atas meja dengan posisi berdiri sambil dipegangi, kemudian dengan tangan yang satunya Columbus menekan ujung atas telur rebus itu ke meja sehingga ujung bawah telur menjadi remuk dan memipih sehingga telur tersebut bisa berdiri tegak di atas meja.

Melihat hal tersebut, orang-orang yang iri dengan sinis berkata "Ah... kalo caranya seperti itu, kami juga bisa membuat telur rebus itu berdiri." Dengan bijak dan sambil tersenyum, Columbus berkata: "Kalau begitu, mengapa engkau tidak melakukannya?"

Cerita tentang Columbus ini menunjukkan bahwa sebuah gagasan jangan dibiarkan menjadi sebuah gagasan, tapi usahakanlah untuk diwujudkan. Apa yang ada di pikiran kita mungkin berbeda dengan apa yang dipikirkan orang lain. Jika kita meyakini akan kebenaran gagasan tersebut, perjuangkanlah itu agar dapat terwujud. Jangan takut untuk mencobanya.

Seringkali, takut akan gagal membuat kita terhalang meraih kesuksesan. Hal ini juga membuat kita menjadi iri akan keberhasilan orang lain seperti orang-orang pada cerita di atas iri pada Columbus. Jadi, bertindaklah dan tanyakan pada diri sendiri, "Mengapa aku tidak melakukannya?"(TD)

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan