13.10.11

Sisi Santri Dari Seorang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

 

Di tengah carut marut potret hukum dan politik di negara Indonesia. Korupsi menggurita yang belum juga menemukan tanda-tanda untuk disembuhkan, ada satu fenomena menarik yang membuat hati seorang muslim merasa senang. Disinilah cerita menyenangkan itu dimulai.

Alkisah di hari raya idul fitri 1432 H. sepulang shalat di masjid kampung, tanpa sengaja mampir membuka siaran televisi lalu menyaksikan shalat id di Masjid Istiqlal melalui layar kaca. Demi melihat PRESIDEN SBY bershalat id di Masjd Istiqlal, membuat hati sejuk dan tenang punya presiden yang 'santri'.. Ya, aku menyebutnya santri karena satu alasan, satu hal kecil yang mungkin luput dan tidak menjadi perhatian media tapi merupakan hal besar di mata para santri..

Ceritanya, shalat jamaah yang akan dilaksanakan di masjid istiqlal, belum akan dimulai hingga presiden beserta rombongan tiba di masjid..termasuk wapres, para menteri dan ketua dpr marzuki alie. ketika rombongan akhirnya tiba di masjid, lengkap dengan kawalan beberapa pejabat kepolisian dan paspampres, mereka pun menduduki shaf yg sudah disiapkn di bagian depan masjid istiqlal, masjid terbsar asia tenggara yang dibangun pd thun 1950-an di masa kepemimpinan soekarno dengan wahid hasyim, ayahanda gus dur yang saat itu menjabat sebagai menteri agama sekaligus salah satu penggagas berdirinya masjid ini.

Sesampainya di shaf depan, -termsuk ibu ani yudhoyono dengan mukena putihnya yg tampak menyejukkan- terjadilah satu peristiwa menarik, bahkan sangat menarik perhatian saya sebagai santri.. Sang presiden, terlihat di bawah sorotan kamera live stasiun tv nasional, tidak langsung duduk begitu saja d lantai msjid. Beliau, tanpa disangka, terlebih dulu melaksanakan sholat tahiyyatul masjid! Dengan khusyu' pula tanpa kesan dibuat-buat! Wapres boediono bahkan sempat 'kecele' karena ia sudah berada di posisi setengah berdiri menuju duduk. Begitu melihat SBY takbir, boediono pun urung duduk lalu ikut shalat bersama sang presiden.. Diikuti dengan rombongan pejabat di belakang SBY yang juga melaksanakan shalat tahiyatul masjid..
Sungguh menyentuh, di tengah padatny aktivitas kepresidenan, beliau masih ingat akan sunnah tahiyatul masjid, yang santri tulen aja kadang ogah menjalani..
Tapi, ada satu hal lg yang menarik..

Ketika hati terasa adem melihat orang nomor satu di indonesia melaksanakan shalat dengan khusyu' ada satu pemandangan yang sedikit mengganggu perasaan. Ternyata tidak semua rombongan presiden bangkit berdiri untuk shalat. ada satu orang besar yang tidak manut teladan presiden dan dia notabene adalah orang dekatnya, yaitu Wakil ketua Dewan Pembina Partai Demokrat sekaligus ketua dewan perwakilan rakyat, dewan terhormat yang mewakili rakyat, bapak Marzuki Alie..

Entahlah. apapun alasannya, tindakan marzuki alie di tengah rombongan yang sedang shalat dan dia sendiri tidak sholat merupakan satu keputusan yang melukai rakyat indonesia yang meyoritas adalah umat muslim dalam kapasitasnya sebagai salah satu orang yang mewakili mereka. Semoga amal "kecil" yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoono terhitung besar di sisinya dan merupakan representasi dari sosok utuh beliau sebagai seorang muslim yang baik.

Ditulis oleh sobatku amiruddin fahmi, lebih lanjut klik http://amiruddinfahmi.blogspot.com/

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan