humor

19.11.11

Ku lihat sesuatu yang NYATA dalam dunia MAYA

 

Dulu.. sebelum telapak kakiku menginjak tanah kampus, aku sangat gemar menyimpulkan sesuatu sebelum terbukti kebenarannya. Bisa dibilang cara berpikirku masih ‘ranum’..bau kencur lagi.hehe. Pokoknya gampang banget bermain spekulasi tanpa investigasi. Mudah berfantasi dalam khayalan yang ku buat sendiri. Padahal belum menemukan info yang akurat dan pasti.
             Dalam hal ini yang menjadi korban spekulasiku adalah FACEBOOK dan semua orang yang terlibat di dalamnya. Aku heran sekali. Sewaktu jaman SMA, ketika pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) kawan-kawanku pada girang, sorot mata kebinaran nampak, tatkala sang pengajar tidak memasuki kelas. Istilah kerennya “ jam kosong”.hehe. Bagaimana tidak gembira.. kami dibebaskan ‘berkeliaran’ di dunia maya sesuka hati selama mata pelajaran itu berlangsung. Walhasil, semua mata tertuju pada satu benda yaitu komputer. Dia ibarat ‘aktor idaman’ di mata pelajaran ini.
            Sebaliknya, aku justru bingung mau melakukan apa. Ketika jari jemari kawanku mulai menari-nari di atas keyboard, aku masih saja berpikir. Mau nyari info apa ya di google? Terkadang kalau belum ku program dari rumah pasti bakalan bingung. Saking banyaknya pengetahuan yang belum ku searchdan telusuri (a_a).
             Akhirnya kebiasaan yang paling ku suka bila berada dalam kebimbangan adalah memperhatikan kesibukan kawan-kawan di sekitarku. Kira-kira apa sich situs yang mereka buka. Sampai-sampai tidak menoleh kanan kiri. Sampai-sampai tidak menyadari kalau ada sesosok makhluk yang manis nan imut sedang memperhatikan gerak-gerik mereka dari kejauhan.(kapan lagi bisa narsis..hehe). Nah disinilah pertemuan pertamaku dengan sosok yang menyebut dirinya FACEBOOK.
            Awalnya ku dekati salah seorang temanku. Ia sedang asyik mengetik dan mengobrol dengan salah seorang temannya di dunia maya. Eee pas kulihat ternyata dia lagi bercakap-cakap dengan teman sekelasku yang juga berada di ruang yang sama. Lho..kok bisa ya mereka smsan lewat komputer?? Padahal kan ga ada nomornya. Ekspresiku persis anak kecil yang baru tau kapal terbang. Mlongo.
            Dengan penuh rasa penasaran akhirnya ku tanyakan juga padanya,”hei, sampeyan lagi ngapain sich? Koq asyik banget sepertinya. Bagi-bagi kesenengan  donk!!..’’. Aku yang memang waktu itu lagi badmood tak kunjung menemukan ‘kebahagiaan’ tersendiri di jam yang dianugerahkan khusus oleh sang guru. Lalu dia jawab gini,’’masya Allah inna.. jadi kamu belum ngerti aku lagi ngapain..ini namanya Fb-an(baca=facebook-an). Enak in..bisa punya teman banyak dari berbagai belahan dunia. Bisa ngobrol sama bule-bule juga tau.. kan lumayan bisa melatih kemampuan bahasa Inggris kita’’.
            “oalah.. jadi ini to yang namanya facebook’’... aq mengangguk-ngangguk tanda mengerti. Sebenarnya aku sering mendengar istilahnya. Namun belum tau bentuk konkretnya. Sejauh yang ku ketahui dari berita-berita di televisi, tidak sedikit penculikan yang disebabkan oleh jejaring sosial  yang satu ini. Banyak para remaja yang ‘nyemplung’ terlalu jauh dalam pergaulan yang  maya. Dan akhirnya memutuskan untuk mengadakan pertemuan di dunia nyata. Jadi deh, korban penculikan. Selain itu juga hal ini yang membuat teman-temanku berpaling dari kegiatan searching ilmu pengetahuan. Mereka lebih memilih fb-an dan berkutat dengan teman ‘maya’nya itu. Berjam-jam betah duduk di depan komputer. Terkadang sampai lupa kalau jam pelajarannya sudah habis. Wah-wah...
            Kala itu aku berjanji pada diriku sendiri.. tidak akan pernah berhubungan dengan namanya facebook. Tidak akan ada keinginan untuk memilikinya. Karna ku kira hanya buang-buang waktu saja. Berkenalan dengan orang yang hanya diketahui lewat foto dan namanya. Bagaimana kalau dia bohong? Masang foto keponakannya begitu ternyata. Atau nyari foto yang bagus di internet untuk kemudian dipampang dengan nama Fbnya.. Benar-benar identitas yang sulit dipercaya.
            Hari demi hari ku lewati..tanpa terasa aku sudah menyandang gelar ‘mahasiswi’. Dan pendirianku masih tetap. Tidak akan berkenalan dengan facebook ataupun kawan di dunia maya. Meski terkadang kawanku sering menyarankanku untuk memilikinya. Masih ku ingat ia berkata sambil setengah menasehati..”In, punya facebook itu seru. Bisa punya teman banyak. Terus bisa ketemu dengan teman-teman lama yang berada di tempat yang berbeda kita. Juga bisa saling tukar-menukar pendapat dan pemikiran. Kita jadi punya wawasan luas dan mengerti bagaimana bermacam-macamnya kepribadian seseorang itu.’’
            Ya ya ya.. aku menjawab sekenanya. Entah mengapa aku tetap saja menganggap facebook adalah hal yang negatif, hanya buang-buang waktu dan tak berguna.
            Sampai suatu waktu ibuku memintaku untuk mencari foto sahabat lama beliau yang sudah lama tak saling jumpa melalui facebook. Sahabat ibuku memberitahukan nama fbnya. Dan akupun memenuhi keinginan beliau tuk mencarinya. Ku kira ketika aku masuk alamat www.facebook.com aku akan segera menemukan nama sahabat ibuku hanya dengan mengetiknya di salah satu kolom. Namun tentu saja tidak akan muncul nama yang ku maksud. Karena aku bukan termasuk salah satu anggota facebook. Hmm akhirnya dengan terpaksa aku mendaftar menjadi member dan mengisi kolom-kolom ‘pendaftaran’ yang ada. Niatku hanya satu. Ingin menyenangkan hati ibuku dengan menemukan foto sahabat beliau yang dimaksud.
            Alhamdulillah..beberapa jam kemudian akhirnya aku berhasil mendapat foto sahabat ibuku.. Setelah itu tak ku pedulikan lagi ‘barang baru’ yang baru ku miliki itu. Karna memang aku tak menginginkannya.
            Di sudut lain, mendengar kabar bahwa aku punya fb, adikku yang kebetulan telah memiliki account sebelum diriku langsung menyanggupi untuk menangani bagaimana cara agar aku mendapat  teman di dunia maya. Aku mengiyakan saja apa yang akan dia lakukan. Silahkan ublek-ublek sesukamu lah..toh aku juga tak tau bagaimana mengoperasikannya.
            Nah singkat cerita, waktu ada tugas dari kampus aku sempatkan waktu untuk mencari materi di internet. Lama-lama bosan juga membaca materi-materi ilmiah dan berbau matakuliah. Langsung saja teringat kalau aku sudah memiliki facebook yang tak terpelihara. Aku buka dengan hati-hati. Aku pelajari pelan-pelan. Ada beranda, profil, pemberitahuan, cari teman.. Mungkin sebaiknya aku coba membuka hati untuk ‘barang’ yang satu ini. Kelihatannya juga gak buruk-buruk amatlah..
            Akhirnya sepekan sekali ku berkunjung ke warung yang menyediakan jasa pelayanan browsing dan chatting. Aku mencoba mencari cari dan menemukan hal positif pada FACEBOOK yang anggapanku adalah hal yang buruk.
            Dan ternyata....
Di sini ku temukan berbagai macam ilmu pengetahuan..khususnya pengetahuan agama, dari grup-grup yang ku miliki, juga catatan para sahabat, begitu juga dari status mereka
Disini ku mengenal pribadi yang bermacam-macam, yang berbeda-beda dalam menanggapi kehidupan, yang semakin menyadarkanku bahwa selalu ada keistimewaan dalam setiap perbedaan
Disini ku temukan kembali kawan-kawan lamaku yang menetap di wilayah lain, menjalin kembali tali shilaturrohim yang hampir putus dipotong oleh jauhnya jarak dan tempat tinggal
Disini ku mengenal orang-orang yang mumpuni dan pandai dalam menyikapi problema hidup yang datang tanpa henti..akupun semakin terinspirasi untuk lebih tegar dalam menghadapi segala permasalahan
Disini ku mendapat kawan-kawan baru yang meskipun belum pernah aku temui dalam dunia nyata mereka tak segan-segan menceritakan bagaimana alur kehidupannya, memberiku suatu pengetahuan yang belum pernah ku dapatkan..belum sempat ku temukan dalam dunia nyata
 Dan disini...
Ya. Melalui facebook ini aku ingin berbagi kebaikan, ingin menerapkan firman Allah..”wa tawaashou bil haqqi wa tawaashou bis shabry’’.. walau terkadang tak berjalan mulus sesuai yang ku inginkan..karna aku juga manusia biasa.. yang tak selamanya bertutur kebaikan, yang tanpa sengaja salah dalam perkataan, yang tanpa disadari menyinggung perasaan orang lain.. ku harap mereka memaafkan dan merelakan segala hal yang berada di luar kendali pikiran ku..
            Detik ini..aku berani menyampaikan..facebook bukanlah hanya sekedar hiburan atau layanan untuk berkenalan dengan berbagai macam orang dengan berjuta kepribadian..
            Namun facebook juga dapat bermanfaat untuk seseorang yang senantiasa haus akan ilmu..lapar akan pengetahuan..juga mereka yang ingin belajar berkomunikasi dan bertukar pikiran dengan beliau-beliau yang lebih mengenal asam garam kehidupan.
            Akhirul kalam, jangan pernah menganggap buruk suatu hal sebelum kita buktikan dengan ‘menceburkan’ diri di dalamnya. Seperti yang biasa ku dengar dari iklan,’’jangan berkomentar sebelum mencoba produk yang kami sampaikan’’.. karna kita tak akan pernah menemukan kebenaran dengan menenggelamkan diri dalam prasangka dan anggapan..
            Dari sinilah ku melihat keNYATAan dalam dunia MAYA..
Ilmu pengetahuan... Saudara seiman.....dan indahnya keberagaman.....
 Wallohu a’lam bis showaab...

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan