humor

2.11.11

Rangkaian Mutiara untuk Sang Hawa

 

 Penulis : Perahu Impian


HAWA. . .Sadarkah engkau sebelum datangnya sinar Islam, kau dizalimi, hak kau dicerobohi, kau ditanam hidup-hidup, tiada penghormatan walau secebis oleh kaum Adam, tiada nilai di mata kaum Adam, kau hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Tapi kini bila rahmat Islam menyelubungi alam, bila sinar Islam berkembang, derajat kau diangkat, marwah kau terpelihara, kau dihargai dan dipandang mulia, dan mendapat tempat di sisi Allah sehingga tiada sebaik-baik hiasan di dunia ini melainkan Wanita Sholehah.

Wahai HAWA. . .Kenapa engkau tak menghargai nikmat Iman dan Islam itu? kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaran-Nya, kenapa masih enggan mengamalkan isi kandungan-Nya dan kenapa masih was-was dalam mematuhi perintah-Nya?

Wahai HAWA. . .Tangan yang menggoncang buaian boleh menggoncang dunia, sadarlah hawa kau dapat menggoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat yakni yang sholeh dan sholehah, kau bisa menggelegar dunia dengan menjadi istri yang taat serta memberi dorongan dan songkongan pada suami yang sejati dalam menegakkan Islam di mata dunia. Tapi Hawa, jangan sesekali kau coba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu, dengan lekuk tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu. Jangan Hawa, jangan sesekali coba menarik perhatian kaum Adam yang bukan suamimu. Jangan sesekali menggoda lelaki yang bukan suamimu, karena aku khawatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian ALLAH. Tetapi memberi kegembiraan pada syaitan karena wanita adalah jalan syaitan, alat yang dieksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan Adam. HAWA. . .Andai, engkau masih remaja, jadilah anak yang sholehah buat kedua ibu-bapakmu, andai engkau sudah bersuami jadilah istri yang meringankan beban suamimu, andai engkau seorang ibu didiklah anakmu sampai ia tak gentar memperjuangkan addin Allah.

HAWA. . .Andai, engkau belum menikah, jangan engkau risau akan jodohmu. Ingatlah hawa janji Tuhan kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan menggadaikan marwahmu hanya semata-mata karena seorang lelaki, jangan memakai pakaian yang menampakkan sosok tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum Adam, karena kau bukan memancing hatinya tapi merangsang nafsunya. Jangan memulai pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim karena aku khawatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuan takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

HAWA. . .Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang sholeh tidak memilih wanita melalui keseksiannya, kemanjaannya serta kemampuannya menggoncang Iman mereka.Tetapi Hawa, lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, pribadinya dan addinnya. Lelaki yang baik tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya karena dia takut memberi kesempatan pada syaitan untuk menggodanya. Lelaki yang warak juga tidak mau bermain cinta sebabnya dia tahu apa tujuan dalam sebuah hubungan antara lelaki dan perempuan yakni pernikahan. Oleh itu Hawa, jagalah pandanganmu, jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu. Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta ALLAH menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibu-bapakmu yang memberi kehangatan dan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekedar cinta adik-beradik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

HAWA. . .Cintailah ALLAH dikala susah dan senang karena kau akan memperoleh cinta dari insan yang juga mencintai ALLAH.Cintailah kedua ibu-bapakmu karena aku akan peroleh keridhaan ALLAH.Cintailah keluargamu karena tiada cinta selain cinta keluarga.

HAWA. . .Ingatanku yang terakhir, biarlah tangan yang menggoncang buaian ini dapat menggoncang dunia dalam mencapai keridhoan ALLAH. Jangan sesekali tangan mu juga yang menggoncang keimanan kaum Adam. Karena aku sukar menerimanya dan aku benci mendengarnya. Suatu saat ada yang harus pergi, suatu saat ada yang akan datang. Mungkin yang pergi tidak akan kembali dan mungkin yang datang hanya sebentar.

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan