19.12.11

Dermatologi Menguak Kebenaran Islam

 

Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang paling sempurna. Manusia diciptakan dengan berbagai komponen  penunjang kehidupan, dapat melihat dengan mata, mengecap dengan  lidah, berjalan dengan  kaki, menulis dengan tanga, merasa dengan hati dan berfikir dengan akal. Panca Indera yang diberikan Allah kepada makhlukNya menunjukkan betapa agung kuasaNya, akal yang membedakannya dengan makhluk lain pertanda kesempurnaan Sang Kholik. Akal yang diberikan kepada manusia secara cuma-cuma tidaklah lepas dari hidayahNya. Mayoritas orang barat mengatakan bahwa akal tidak berhubungan dengan keyakinan ruhiah seseorang, karena bukti nyata mereka yang tak beragama memiliki pemikiran yang briliant.
            Namun bermula dari akal pula banyak dari para ilmuan menemukan hidayahnya menuju cahaya illahi, ad dinul islam. Salah satu ilmuan yang telah mendapat curahan hidayahNya adalah Prof. Tagata Tagasone yang berasal dari Thailand. Ia adalah seorang ahli dermatologi (bidang kulit) yang menjabat sebagai ketua Lembaga Anatomi dan Embriologi di Universitas of Shiang Mai di Thailand. Prof. Tagata banyak melakukan riset tentang kulit manusia dengan sangat gigih, hingga pada akhirnya ia menemukan suatu titik terang ketika kajian kulit yang digelutinya mengulas kebenaran agaman Islam. Pada konferensi medis ke-8 di Riyadh ia mulai mengikrarkan keislamannya dengan mengucap dua kalimat syahadat.
Dermatologi Menguak Kebenaran Islam
            Hasil riset Prof. Tagata  mengenai karakteristik kulit membuktikan bahwa rasa sakit yang dirasakan manusia ketika terbakar adalah sel-sel yang terdapat pada kulit manusia. Jika kulit manusia terbakar maka sel-sel yang menyebabkan rasa sakit tersebut akan hilang. Ayat al-Qur’an surat an-Nisa ayat 56 yang berbunyi
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَـٰتِنَا سَوۡفَ نُصۡلِيہِمۡ نَارً۬ا كُلَّمَا نَضِجَتۡ جُلُودُهُم بَدَّلۡنَـٰهُمۡ جُلُودًا غَيۡرَهَا لِيَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمً۬ا (٥٦)
“Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S An-Nisa 56)
menggambarkan orang-orang kafir di neraka. Mereka merasakan siksa dari perbuatan yang telah dilakukannya di dunia, mereka disiksa melalui kulit mereka. Ketika kulit mereka mulai terbakar mereka merasakan sakit namun ketika rasa sakit itu hilang yang berarti kulit mereka telah habis terbakar maka Allah akan mengembalikannya ke keadaan semula dan mulai terbakar lagi kulitnya, begitulah seterusnya.
            Kajian ilmiah beserta ayat al-Qur’an tersebut menunjukkan bahwa al-Qur’an yang ada sejak 1400 tahun yang lalu benar-benar terbukti keabsahannya Hal kecil seperti kulit ternyata sangat berharga bagi seorang Prof. Masyhur karena hal tersebut dapat membuktikan rahasia kebenaran al-Qur’an . Segala puji bagi Allah tuhan pencipta semesta alam yang Maha Esa, yang Maha mengetahui segala sesuatu dari siapapun, yang Maha menguasai hati manusia.
            Argumen orang-orang kafir tentang kebohongan al-Qur’an datangnya dari Allah, dan tuduhan bahwa Rasulullahlah yang menulisnya adalah kebohongan besar. Prof. Tagata mengatakan bahwa tidak mungkin ini (al-Qur’an) datang dari sumber manusia manapun (Santoso, 114). Nabi Muhammad tidak dapat menulis, dan membaca maka tidak mungkin beliau dapat menciptakannya sendiri. Pastilah beliau merupakan utusan yang menyampaikan kebenaran yang diwahyukan kepadanya sebagai pencerahan dari Sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT.


KESIMPULAN
            Dermatologi merupakan sebagian ilmu kecil dalam kehidupan namun  mengandung maknayang sangat mendalam bahkan dalam hal keimanan. Salah satu panca indera kita yaitu kulit ternyata dapat menuntun seseorang ke jalan kebenaran, meyakinkan akan keEsaan Allah dan menjadikannya muslim. Hal kecil seperti ini terkadang tidak terpikirkan oleh kita yang awam atasnya. Namun menjadi sesuatu yang penting bagi para pakar ilmu tertentu karena mereka mendalami suatu ilmu dengan sangat gigih. Kesesuaian hasil riset ilmiah Prof. Tagata dengan ayat al-Qur’an yang telah ada 1400 tahun  lalu menguak kebenaran ajaran Islam beserta kitab suci al-Qur’an yang mengerucut pada iman kepada Allah SWT.
Penulis  Khilmatushofa Ok
DAFTAR RUJUKAN
Santoso, Lukman. 2010. Mereka Yang Akhirnya Menemukan Allah. Jogjakarta: DIVA Press.
Posted by Penerbit imtiyaz, http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan