humor

8.12.11

Ibu Durhaka

 


zaman apa yang pantas kita sebut untuk keadaan sekarang ini? Kerusakan, kedzoliman dan keburukan-keburukan yang tampak jelas bagaikan keadaan jaman jahily

Kita harapkan Dengan menasihati diri sendiri akan mampu menumbuhkan dan menyegarkan kebaikan di muka bumi,, sepenggal kisah yang patut disayangkan, Semoga qita dapat memetik hikmahnya
Selamat membaca….

Apakah ini namanya IBU YANG DURHAKA?
Alkisah di sebuah desa hidup seorang janda paruh baya, kedua anaknya tlah tumbuh dewasa. Anton si sulung dari janda itu kini tlah menetap di Jakarta, hidupnya serba kecukupan di sana, membuatnya malas untuk mengunjungi orang tua satu-satunya di desa,diki si bungsu nyantri di pesantren tahfidhul qur’an, kehidupanya ditanggung oleh pesantren, karena dia bersedia berkhidmad pada Kyainya, usianya masih 17 tahun, namun kedewasaannya tampak pada raut teduhnya. Santri yang disayangi Kyai dan teman-teman lainnya

Ibu janda itu hidup bagai sebatang kara, sudah 7 tahun suami tercinta tlah kembali ke peraduanya di ambil sang Pemilik kehidupan. Ibu sering sedih atas kesendiriannya, hari-hari terasa hambar, namun apalah daya, Sang pengatur kehidupan tlah mengatur kehidupanya sedemikian rupa.
Hiburan yang selama ini dilakoni sang ibu adalah ngrumpi di rumah tetangga, berpindah ke satu rumah kerumah lain, hingga suatu saat dia terbiasa main ke rumah seorang bapak yang telah ditinggal istrinya seorang diri, istrinya menjadi tkw di saudi.

Tidak ada yang mencium gelagat busuk mereka, ibu dan bapak yang tidak menikah itu senang bermain bebas, sesukanya, semaunya, tanpa ada tetanga yang tau. Si janda terlanjur terlena, dia menyerahkan apa yang tidak seharusnya diberikan laki-laki lain.

Kaca pecah tak akan mampu utuh seperti semula, seperti keadaan janda itu yang kini hamil 3 bulan dengan laki-laki durjana itu. Makin risaulah kehidupanya. Setelah akibat kelakuan kejinya ditampakkan oleh sang Maha Kuasa barulah ia sadar, namun apa yang harus dilakukannya?, dia tak mampu melakukan apa-apa, hidup wanita itu bagaikan diambang maut. Diam di rumah dan memecahkan dukanya dengan tangisan. Sampai akhirnya sang anak bungsu pulang karena mempunya firasat, tiba-tiba si sulung, diki, merasakan rindu yang hebat. Dia pulang tanpa ba bi bu.. setelah di rumah dia sepeti tak mampu mempercayai apa yang telah diderita oleh sang ibu yang selama ini seorang diri dirumah.

Akhirnya dengan bekal “bismillah” Diki kerumah laki-laki yang selama ini menjadi teman gelap ibunya. Dia mengharap laki-laki itu mau bertanggung jawab. Namun apa yang dikatakan lelaki itu.. “kenapa tanggung jawab??? Aku kan membeli.. tidak gratis!!”

::::::::::::::::::::::::::
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
semoga peristiwa ini membuat kita semakin hati-hati, anak menyayangi orang tua, suami setia pada istri dan istri yang menjaga diri meski tiada suami disisi

(kembali melenturkan jari2ku diatas keyboard untuk menyusun kata,, kembali merangsang nafsu menulisku. Jadi hasilnya agak maksa hehehehe)

By faizah arrochmah zaeen
10.30 teram
081211
Terima Kasih tuk my "Emak"

^o^, yang selalu membagi wawasan amaliyah ilmiyah tuk penerbit imityaz ^o^
Posted by Penerbit imtiyaz, http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan