humor

20.1.12

Sengatan Silau

 

Penulis Khilmatushofa Ok
Secercah cahaya menyilaukan
menyibakkan sarang berlindung ketidakberdayaan
satu demi satu perlahan menyemburat semesta
merasakan segar udara kebebasan hanya membuahkan kesia-siaan
bertambah rasa takut mencekam di kala silaunya kian menyengat
panas, cahaya yang mengalpakan

serpihan kepingan cahaya yang tersisa tak ada berbuat
terdiam membisu
redup mengundang kelemahan
namun tetap menyala menandakan kegigihan
remang, bukan tanpa harapan

puing-puing sinar kembali bebenah
mengisyaratkan semangat perjuangan
meskti tahu hanya sekilas
namun tak mau tahu akan tertinggal
bukan kecepatan yang diandalkan
tapi kekuatan
bukan kecil yang dikhawatirkan
tapi kelicikan
bukan perhitungan waktu yang dihiraukan
tapi persatuan
persatuan yang dibangun dari setitik sinar tak bermakna
menjadi satu bangunan kokoh tak ternilai

sinar itu tak lain adalah manusia yang dilahirkan dengan kesucian
sorot tak kasat mata tapi sirat berbicara
berbanggalah wahai manusia!
lekas berbenah menata hati menata diri menata derap langkah kaki
Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan