humor

23.4.12

Hukum wanita yang sedang haidl atau nifas berdiam diri di serambi Masjid

 


 Ditulis Oleh :
Kang Bahar
Bismillah,

Tentang wanita yang sedang haidl atau nifas berdiam diri di serambi Masjid, untuk
mengikuti pengajian atau kegiatan lain.

Alloh SWT berfirman :
" Jangan pula hampiri Masjid sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi "
[QS.Al-Nisa]

Serambi dalam istilah fiqih adalah ROHABAH, devinisinya adalah tempat yang berada di sekeliling Masjid dan di bang...un untuk kepentingan Masjid, bukan sekedar untuk meletakkan sandal atau bahan bangunan atau yg lain,
[Ianatut Tholibin juz 2 hal 28 dan Al-Majmu' juz 6 hal 507]

Hukum serambi (rohabah) adlh sama hukumnya dengan Masjid, oleh karenanya sah hukumnya i'tikaf di serambi dan haram bagi yg berhadats besar atau wanita yg sedang haidl untuk berdiam diri di serambi masjid,

Di jelaskan dlm kitab Ianatut Tholibin juz 2 hal 28 , bahwa :
Hal tersebut di simpulkan para ulama dlm memandang pd Nash Imam Syafi'i tentang masalah sholat jama'ah,

Beliau mengatakan jika imam berada di dlm masjid, sementara makmum berada di serambi, maka sah jama'ah sholat mereka, walaupun tidak ada jalan (pintu) yg menghubungkan mereka, sebuah hukum yang pada mulanya di berikan pd Masjid.

Konsekwensi hukum serambi di berlakukan seperti Masjid bila :
- Serambi tersebut di bangun bersamaan Masjid

- Diyakini bahwa area tanah di lokasi serambi Masjid adlh tanah yang di wakafkan menjadi Masjid.

Naaah....^_^
Kemudian seorang yang berhadats besar atau wanita haidl haram berdiam diri di Masjid karena Masjid adlh tempat suci, sementara haidl adalah kotor , maka dianggap tidak pentas berada di Masjid.

Karena pertimbangan itu, maka di simpulkan bahwa :

- Wanita yang sedang Haidl meski sudah berhenti keluar, namun belum bersuci, maka HARAM hukumnya berdiam diri dlm Masjid atau di serambi Masjid dengan ketentuan serambi seperti di atas.

- Wanita berdiam diri kadar minimal tuma'ninah yakni kadar waktu membaca tasbih (subhanalloh)

Bila hanya melintas atau lewat maka di perbolehkan jika tidak khawatir darah haidlnya mengotori Masjid atau serambi.

Wallohu A'lam.
Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan