humor

1.5.12

Ibu, You're My Everything

 


Ditulis Oleh : Muthya Sadeea

Aku tak berani mengangkat kepalaku untuk sejenak melihat apa yang ada di hadapanku. Ruang tamu sederhana rumahku telah tersulap seperti ruang khusus yang akan menjadi saksi upacara sakral ijab-qobul. Sebuah ikrar yang akan diucapkan oleh seorang pemuda yang bahakan hingga detik iitu, aku belum melihat rupanya. Sejenak, kutarik nafas perllahan.
"Sini, nak!", suara berat ayah memanggilku. Kubalas tatapan lembut ayah. Aku mengangguk, menurut. Untuk kemudian duduk tepat di hadapannya. Ibu mengiring setiap langkahku.
"Putriku...", suara itu seperti berbisik di telingaku. Tapi aku tahu, itu bukan suara ibu. Perempuan lain yang juga berada di lain sisi dengan ibu.
"Lihatlah dulu calon suamimu. Dia sudah tahu banyak tentang kamu, dzohir dan bathin. Tapi, kepasrahanmu pada orangtuamu, membuatmu lupa untuk sekeddar mengenal calon imammu", suara itu tepat terdengar di telinga kiriku. Aku masih menunduk tak menolehnya.
Aku termenung sejenak. Proses ta'aruf ini memang terlalu singkat. Hanya 2 bulan. Aku memang tak banyak mengenalnya. Selama dua bulan itu, dia hanya dua kali menelponku. Yah! Sekedar menelpon untuk bertanya masalah keluarguk a. Tak lebih! Mengenal hanya dari suara di ponsel. Namun, kemnatapan hatiku karena melihat senyum pengharapan bahagia yang tersungging indah di bibir kayah dan ibu.
Mantap??Terkadang aku sendiri bertanya. Sudah benar mantapkah akau dengan keputusan segila ini?? Bukan.... Ini bukan keputusan gila. Ini adalah sebuah pilihan. Untuk tetap bertahan dengan menerima ini atau akan terkubung dalam bayang masa lalu yang tak akan membebaskanku dalam ruang gerakku sendiri."Bismillahirrohmanirrohiim...."
Itu suara serak ayah. Balon-balon udara fikiranku meletus satu persatu. Meski sadarku belum utuh, aku berusaha menatap ayah yang entah berbicara apa. Seolah-olah, telingaku menuli sejenak.
Apakah kau melihatku di sini??Yang masih bertaruh bathin dengan masa lalu,,
Yang masih mengabadikan bayangmu,,
Yang masih lainnya lagi, yang berhubungan denganmu,,
Kututup mata menahan semua. Yah! Gejolak hati yang masih bisa kunetralisir.
"Qobiltu nikaahahaa wa tazwiijahaa bi mahrin madzkuurin, haalan".
Suara tegas itu membuat tenggorokanku sedikit tercekat. Kubuka mata perlahan yang justru menghadiahkan sebuah kristal meluncur indah dari sudut mata sipitku. Tangis bahagia atau justru sebaliknyakah ini??
******
Sejauh ini, aku tak pernah merasa iri ketika teman-teman dengan bangga memanggil ibu mereka dengan sebutan 'mama', 'bunda', 'umi', 'mimi' atau apalah. Entahlah! Bagiku, ibu tak akan tergantikan oleh apapun. Ibu adalah sumber inspirasi yang tak mungkin akan terhapuskan. Siapapun boleh merasa bangga ketika mereka bisa berdiri paling depan. Siapapun boleh bahagia ketika semua yang diinginkan bisa terpenuhi. Namun, di balik itu semua, ada doa ibu yang tak akan pernah usai. Disadari atau tidak, di balik kesuksesan dan ketegaran seorang laki-lakipun, pasti ada wanita setangguh ibu yang menopang. Ibu....You are my everything!!
Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan