humor

15.3.13

Gus Dur dan Sepakbola

 

Gus Dur memang maniak sepak bola sejak muda. Saat diwawancarai Majalah FOOTBALL+, ia berkisah jika salah satu pemain favoritnya adalah Claudio Gantile, bek legendaris Italia. Saat masih bocah dan tinggal di Matraman, salah satu teman bermain bola adalah Marsilam Simandjutak, yang sampai tua menjadi sahabat karibnya.

Sewaktu di Mesir, Gus Dur jarang bermain bola, apalagi ...saat berhadapan dengan teman Afrika. "Mereka ini kuat bermain seharian. Gares (tulang kaki) mereka juga keras kayak besi," kata Gus Dur di buku "Gus Dur Taruhan Kathok Kolor".

Beberapa kali Gus Dur menulis tenteng sepakbola di Tempo maupun Kompas, terutama ketika bertepatan dengan momentum Piala Dunia dan Piala Eropa. Keunggulan kolomnya adalah tatkala sepakbola ia gali filosofinya, karakter pe(r)main(an) sebuah tim, dan kaitan sepakbola dengan politik, sosial, budaya dan bangsa. Persis gaya tulisan Romo Sindhunata di Kompas (yang kemudian dibukukan dalam Trilogi "Bola di Balik Bulan"), kolom Arief Natakusumah di BolaVaganza, maupun Franklin Foer melalui buku "Memahami Dunia Lewat Sepakbola".

Bahkan Gus Dur pernah berpolemik dengan Romo Sindhu di Kompas saat menjadi presiden. Polemik seputar gaya Gus Dur saat memerintah yang dianalisis menggunakan istilah sepakbola. Romo Sindhu menggunakan corak filosofis ala Total Voetball-nya Rinus Michels sebagai antitesis kritik terhadap Gus Dur. Tak mau kalah, Gus Dur menjawab kritik dengan logika strategi Cattenaccio-nya Hellenio Herrera sebagai basis strategi pemerintahan. Menarik, pokoknya!

Hmmm, baiklah mitra olahraga RCTI, tentu masih ingat pula saat Gus Dur diwawancarai jelang pertandingan Brasil vs Skotlandia pada tahun 1998. Uniknya prediksi Gus Dur tentang hasil akhir pertandingan terbukti tepat.

Dulu, saat Gus Dur jadi presiden, saya berharap beliau:
1. Mendirikan klub berbasis santri. Pemainnya berasal dari PERSELA LANGITAN, PERSIK KRAPYAK, PERSID DENANYAR, PERSITA TAMBAKBERAS, PSIS SIDOGIRI, PERSEBAYA SURYALAYA, PERSIB BLOKAGUNG, Dlsb. Nama klub idaman ini EL-BAR(o)CA alias al-Barokah, tafaulan sama El-Barca.
2. Mendirikan akademi sepakbola bernama LA MA'SHIYA(h) alias dilarang bermaksiat. LA MA'SHIYA(h) biar mirip akademi sepakbola LA MASIA milik Barcelona.
3. Mendirikan stadion megah bernama NU Camp, biar tertular keramat stadion NOU CAMP-nya Barcelona.
4. Mengubah nama stadion GELORA 10 NOPEMBER menjadi GELORA 10 MUHARRAM. Lumayan, stadion ini multifungsi: buat bertanding dan lokasi Istighosah Kubro. Sesekali Habib Syekh bisa mengkomando Shalawat dengan merdu di stadion ini.
--
Ila murabbi ruhi, Abdurrahman Wahid. Alfatihah...

 Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan