humor

27.4.13

Kedok Wahabi Dalam Facebook

 

 

Gara-gara nulis tentang dialog Wahhabi dengan Aswaja, akun saya diserbu "friend request" beberapa akun yang terindikasi Wahhabi. Kenapa baru indikasi? Ini indikatornya:

1. Nama akun: biasanya pakai nama laqob Arab: Abu, Ummu dan Ibnu. Ada pula yang menyisipkan nama daerah asal (nisbat)-nya; al-Malanjy, Al-Batawi,dll. Tapi tak bisa digeneralisir, kok. Sebab, nama akun guru saya di dunia maya juga banyak yang memakai laqob dan memakai nisbat ini. Jangan terjebak dan jangan menggeneralisir. Sebab, akun Pembela Aswaja juga memakai identitas seperti ini.

2. Pakai nama abal-abal bombastis. Akbar Pembela Tauhid, Wahyu Penegak Sunnah, Abu Fahd Negara Tauhid, Dedi Pemberantas Bid'ah, Penegak Dakwah Islam, Mujahid Indonesia, Pembasmi Ajaran Sesat, Syahid Adalah Cita-Citaku, dan nama-nama berbau slogan-bombastis. Adapula yang memakai nama akun ejekan dan olok: Goos Door, Nahdlatul Juhala', Munzir Sesat Menyesatkan, dll. Ini detektor paling mudah. Sebab, sebatas pengetahuan saya, akun para pejuang Aswaja biasanya pakai nama asli, Ansoori Dahlan, Hilmy Muhammad, Ali Akbar Bin Agil, atau menggunakan nama aneh Pangeran Salafy; lucu kayak Sluman Slemet/ Giga Talawengkar; unik semacam Iben Mubarok dan Muhammad Toha Kepriben; gabungan kayak Sholahuddin Aba Mahya serta kerendahhatian dengan memakai nama Zainal Wongan.

3. Foto profil. Biasanya, mereka nggak pede atau mungkin minder (?) memajang wajahnya. Akun-akun ini menggunakan foto profil wajah ustadz impor yang mereka kagumi, menggunakan gambar berisi slogan bombastis sesuai misi mereka, foto sosok yang dibenci lalu diberi tanda silang, gambar tentara berkuda mengangkat panji, foto prajurit memakai balaklava memegang AK-47, foto salafi Jihadis macam Usamah bin Ladin, Ayman Azzawahiri, Commander Khathtab, Syamil Basayev, Imam Samudera, dll.

Jangan harap menemukan foto Upin Ipin, Naruto, Pak Raden, Spongebob, Woody Woodpacker, dalam akun fesbuk Wahhabi yang "terlalu" serius memandang dirinya, dan "underestimate" terhadap orang lain.

4. Status atau posting yang ia bagikan. Postingan Wahhabi ya gitu-gitu aja. Tahu sendirilah, banyak kopipastenya. Isinya juga tentang persoalan furuiyyah dan berputar pada tema itu-itu saja.

5. Grup dan Fanspage yang ia ikuti. Cek saja, jika ia lebih banyak mengikuti grup-grup yang mendiskreditkan amaliah Aswaja dan mencaci maki ulama, atau Fanspage ustadz-ustadz mereka. Para pejuang aswaja memang ada yang join ke grup/fanspage tersebut, tapi cuma memantau dan terkadang berjibaku di situ dengan sengit.
--
Maaf para sahabat Iron Man, entah sejak kapan tiba-tiba saya jadi pengamat fesbuk, apakah ini efek samping kecanduan makan sambel terong?

 Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan