humor

27.4.13

Wahabi Vs Aswaja

 

Wahhabi: akhi, ayo kembali ke al-Qur'an dan Assunnah!
Aswaja: Kembali?! Mimpi kali yeeee. Lha wong kami nggak pernah MENINGGALKAN keduanya kok disuruh KEMBALI!

Wahhabi: ikutilah Manhaj Salaf, akhi!
Aswaja: eit, sebentar. Lebih Salaf mana Muhammad Bin Idris Assyafii yang mazhabnya kami ikuti, daripada Muhammad bin Abdul Wahhab yang kalian ikuti?

Wahhabi: antum ini aneh, kenapa kok dikit-dikit merujuk ke kitab kuning? Bukankah kita diperintahkan oleh Rasulullah berpegang teguh pada al-Qur'an dan Assunnah!!
Aswaja: kitab kuning itu karya ulama yang benar-benar berpegang teguh kepada al-Qur'an dan Assunnah, kami percaya kepada kredibilitas dan kapasitas keilmuan beliau-beliau, maka, ekhmm, kami tak ragu ikut. Lebih baik mana, ikut mereka, atau ikut panjenengan yang, konon, "kembali" ke al-Qur'an dan Assunnah tapi mengolah keduanya memakai otak panjenengan yang, ekhm, saya ragukan KINERJA-nya?

Wahhabi: begini, akhi, berdasarkan Manhaj Salaf yang kami ikuti....
Aswaja: mmma'af, ma'af, bisa diulangi?
Wahhabi: baiklah, akhi, berdasarkan Manhaj Salaf yang kami ikuti....
Aswaja: Manhaj Salaf yang mana sih mas? Sebenarnya yang ikut manhaj salaf itu siapa ya? Kami atau kalian? Maaf lho ya, Salafus Sholeh itu banyak lho, kalian ikut siapa hayo?

Wahhabi: kamilah pelestari dan pelanjut ajaran para Salafus Sholeh!
Aswaja: hwadeeeh. Pelestari? Memangnya barang antik yang mau punah? Coba deh, nanti kita cek, kitab-kitab yang dibahas di pesantren kami, dengan kitab-kitab yang kalian pakai daurah, itu lebih orisinil mana dalam hal ke-salaf-an dan metodologis?

Wahhabi: kami ikuti semua Salafus Sholeh!
Aswaja: Beneran? Salafus Sholeh itu buuuanyak lho. Pilih siapa? Kurun ke berapa? Imam siapa? Muridnya imam siapa? Jangankan antar ulama, satu persoalan fiqih saja Imam Syafi'i punya jawaban yang berbeda, kok. Murid-murid beliau bahkan juga punya dua corak aliran lho. Hayooo, nggak mumet ta? Yang pasti gitu lho. Gembar gembor Pembela Sunnah, kok malah nggak jelas begini sih.

Wahhabi: Akhi memang pandai membantah ya. Apa memang karakter Ahli Bid'ah itu begini? (mulai sinis)
Aswaja: iya deh, kami ahli bid'ah. Lha wong nanggepi pendapat aja kok dibilang membantah. Ini kan bukti kalau panjenengan itu menganggap kami ini kerbau yang gampang dicocok hidungnya. Nggak sependapat dianggap membantah. Aneh betul sih. Terus kalau kami ahli bid'ah, panjenengan mau ngapain? Memusyrikkan kami? Mengkafirkan kami? Silahkan, atau mau bunuh kami? Monggo kalau mau...

Wahhabi: baiklah, daripada debat begini, silahkan datang di daurah kami. Ustadz-ustadz kami insyaAllah akan membimbing akhi sesuai dengan aqidah yang haq!
Aswaja: ngapunten, panjenengan niku ngomongne nopo to nggih? Diskusi begini saja kok dibilang debat sih. Di kitab kuning itu ada istilah qawlani, aqwal, wajhani, dan wujuh, jadi kami terbiasa berdialektika, berbeda pendapat. Nggak alergi. Lha kok malah pamerin ustadz segala. Promo ajaran ya?

Wahhabi: tadi antum nyebut kitab kuning lagi? Hmmmm..Kitab kuning itu bikinan ulama yang bisa salah, bisa luput, dan tidak ma'shum?!
Aswaja: lhadalah, mbok ya mikir to, jika ulama bisa salah apalagi antum, eh sorry, apalagi PANJENENGAN?!

Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/Penerbit Buku Buku Islam

3 comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan