humor

6.12.13

Sayid Ali bin Ahmad bin Syahab (Habib Ali Menteng)

 

Di era kolonial, orang Arab dikelompokkan sebagai golongan Timur Asing (Vreemde Oosterlingen). Status ini untuk membatasi gerak orang Arab agar tidak membaur dengan bumi putra. Pemerintah kolonial juga mendirikan ghetto rasial yang juga dikenal dengan Kampung Arab (Etnik Tionghoa di Chinatown alias Pecinan).

Meski demikian, banyak tetua Arab yang menerabas sekat bikinan kolonial ini. Di antaranya Sayid Ali bin Ahmad bin Syahab. Ia, yang masyhur dengan nama Habib Ali Menteng, sangat jengkel dengan kelakuan diskriminatif yang dijalankan Belanda.

Suatu ketika, Sayid Ali naik kereta api. Ia sengaja berada di gerbong bersama bule-bule Belanda. Tatapan nyinyir ia terima karena statusnya sebagai penduduk Timur Asing.
Kebetulan saat itu ada orang Belanda yang mengisap cerutu. Kala itu cerutu menjadi simbol status elit yang memisahkan orang Belanda dengan orang Timur Asing dan bumiputera. Orang Belanda itu terus menghisap cerutu dengan caranya yang khas, sedikit merendahkan melalui tatapannya. Mengetahui ejekan ini, Sayid Ali Menteng membalas dengan cara unik. "Beliau melinting uang kertas, membakarnya, dan menghisapnya seolah-olah itu rokok," ujar Yasmin Zaki Shahab, guru besar antropologi Universitas Indonesia, yang juga cucu Sayid Ali.
---
Majalah Historia, "Orang Arab di Nusantara: Mencari Cincin Nabi Sulaiman", no. 15. Th 2. 2013. Hal. 48 Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan