29.1.14

identitas seorang santri, pesan KH. Masroeri Abdurrahman

 

Masyarakat itu cerdas, benar, cerdas! Mereka memiliki, katakanlah, insting dan pola pikir tersendiri. Bahkan, dari cara berkopiah dan bersarung, masyarakat bisa membedakan dan mendeteksi identitas seorang santri:

"Oh gaya berpecinya kayak begitu, dia pasti santri pondok A."
"Cara sarungannya begitu, dia santrinya kiai B."
"Lhaaa, sopan santunnya begitu, dia pasti dididik sama Gus C,"
hingga....
"Hwalah, gayanya kayak gitu, ya maklum saja, wong dia santrinya Gus D."

Biasanya deteksi alami seperti ini berlaku jika ada banyak pondok pesantren di sebuah desa/kecamatan.
Makanya, dulu, saat nyantri, kiai saya, Allah Yarham KH. Masroeri Abdurrahman berpesan, "Kalau sampeyan-sampeyan berulah di luar, yang malu itu saya. Karena orangtua sampeyan sudah memasrahkan dan mengamanahkan pendidikan dan akhlak kepada saya. Jadi, ayo cung, saling menjaga diri. Jangan mempermalukan identitas sebagai santri! Yang sopan. Yang dilihat orang bukan ILMU sampeyan, tapi AKHLAK! Kepada yang lebih muda, jadilah saudara. Kepada yang lebih tua, jadilah adik. Kepada orang yang lebih sepuh, jadilah seorang anak. Kepada yang lebih alim, jadilah muridnya."


Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan