humor

30.1.15

Tekhal dan Makhellang

 



Tekhal dan Makhellang
***
Pada perjalanan keliling Eropa selama 17 hari ke 13 negara, Presiden Gus Dur ketemu Ratu Beatrix di negerinya, Belanda. Saat jamuan makan, Ratu Beatrix bertanya, apakah di Indonesia sisa-sisa kebudayaan Belanda masih terasa.
"Oh, ya, banyak sekali," jawab Gus Dur.
"Misalnya, apa?"
"Misalnya dalam soal bahasa. Generasi tua masih banyak yang berbahasa Belanda atau setidak-tidaknya beraksen Belanda. Maka pernah ada percakapan antara seorang anak muda dengan seorang kakek.
"Kakek asalnya darimana?"
"Tekhal (Tegal)"
Lalu si kakek bertanya balik, "Kalau kamu, darimana?"
"Makhellang, khekk!"
Ratu Beatrix nyaris tersedak mendengar aksen 'khekk' yang seperti orang tercekik itu.
[Salam NU Garis Lucu]
Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan