humor

1.11.16

Menghormati Demo 4 November 2016

 

Saya menghormati teman-teman yang mau demo tanggal 4 Nopember 2016 besok. Demo itu bagian dari hak warga negara. Bebas saja dengan berbagai tuntutannya. Tapi kalau demo ini sudah diarahkan pada aksi bunuh-membunuh, ke arah eksekusi Ahok yang dianggap menista al-Qur'an, ini sudah lain wilayahnya. Istilahnya mengatasi masalah dengan memicu masalah baru yang lebih rumit.
Saya nggak bela Ahok (apalagi dia belum sunat wkwkw), tapi cuma mikir apakah stabilitas negara ini dipertaruhkan cuma gara-gara Ahok. Sebagai penggemar spongebob yang belajar dari stabilitas negeri bawah laut Bikini Bottom, saya melihat apabila aksi-aksi teatrikal bunuh Ahok dalam aksi demo beberapa hari silam mulai memikat pikiran sebagian orang. Silahkan bunuh Ahok, kalau mau, tapi ya siapkan konsekwensi dipenjara lalu dieksekusi di hadapan regu tembak. Kalau masih pede ini wilayah jihad, ya monggo, tapi mbok ya mikir aksi semacam ini tidak menutup kemungkinan menimbulkan aksi balasan di luar Jawa. Islam memang mayoritas di Jawa, tapi di wilayah lain, kaum muslim menjadi minoritas juga. Kalian menyembelih orang di sini, saudara-saudara muslim kita juga terancam dicincang juga di bagian wilayah minoritas muslim. Berlebihankah? Tidak, tuanku. Setiap agama memiliki pengikut yang taat, sekaligus juga menyimpan pengikut sinting yang nekat bertindak tanpa kejernihan akal dan tanpa pertimbangan jangka panjang.
Kembali ke soal demo 4 Nopember. Semoga demo ini nggak anarkis dan nggak disertai ancaman pembunuhan dan provokasi penggal kepala (meskipun tahu sendirilah kalau di A jadi orator segala macam umpatan dan ancaman ini itu bakal meluncur dari bibirnya). Saya ngeri membayangkan masa depan Indonesia. Apakah ini berlebihan, wahai sahabat Kisniwar Teguh yang zuper? Tidak! Demontrasi bisa melahirkan kebaikan tapi lebih sering ditunggangi kebatilan. Sahabat Utsman bin Affan radliyallahu 'anhu, gugur akibat ulah demonstran yang mengepung kediamannya, lalu menyusupkan eksekutor dan merajam tubuh menantu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tersebut dengan pedang. Sebaliknya, rezim Umayyah awal menindas kaum demonstran atas nama stabilitas politik bahkan menyerbu kakbah dan menistakan jenazah Abdullah bin Zubair radliyallahu 'anhuma.
Perang saudara Suriah diawali dari demo sekelompok pelajar, lalu ditunggangi sekelompok oposisi, berkembang menjadi runyam saat bumbu agama dan saos sektarian ditambahkan dan semakin ruwet saat orang-orang non Suriah ikut campur. Apa kabar rakyat sipil? 4 juta lebih terlunta-luna di negara tetangga. Sebagian mengungsi ke Eropa. Bagaimana kondisi mereka sekarang? Tambah sengsara karena Perancis bakal menutup Camp Calais dan Uni Eropa membatasi jumlah pencari suaka di negaranya. Nggak usah rewel menyalahkan negara kafir ini, sebaiknya kita introspeksi karena yang berulah di Suriah, Irak, Afganistan, & Libya juga sesama muslim dan korbannya mayoritas muslim juga.
Silahkan bagi yang mau demo. Itu hak. Tapi--sebagaimana pesan di pamflet ajakan demo--- jangan lupa nulis surat wasiat & bawa bekal sendiri. Saya tambahkan satu poin lagi: bayar dulu utangmu sebelum berangkat (hahaha). Dalam hal ini saya nderek Rais Am Syuriah PBNU, KH. Ma'ruf Amin, agar menghormati proses hukum (terhadap Ahok) yang sedang berjalan. Termasuk pula anjuran tidak ikut demonstrasi tanggal 4 Nopember besok.
Akhirnya, saya masih ingat saat seorang santri yang menetap dan berdakwah di wilayah non-muslim urun rembug dalam sebuah komentar status, "Mas mas itu mbok ya nggak usah arogan ancam bunuh kafir, bakar ini itu, sebab kami juga deg-degan sebagai minoritas di wilayah non muslim ini. Kalau masing-masing pihak bertindak di luar kontrol akhirnya malah perang saudara. Di Timur Tengah, saudara-saudara muslim kita ingin menikmati kerukunan dan kedamaian, eh di sini malah ingin perang. Ini yang goblok siapa sih?"

ditulis oleh "Rijal Mumazziq Z"
WAllahu A'lam BisshawabPosted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan