humor

28.12.16

Habib Quraish Shihab (6), Petuah dan nasihat Habib Quraish

 

Habib Quraish Shihab 6

Setelah kami semua mengamini doa yang dipimpin Abah Ahmad Mustofa Bisri, lalu kami semua duduk lebih mendekat lagi di hadapan orang yang kami hormati.


Petuah dan nasihat Habib Quraish memang ibarat makanan lezat. Siapapun yang ada di sekitarnya pasti ingin ikut mencicipi bahkan menikmati kelezatannya.

Tak hanya aku (yang baru dua kali bertemu beliau), putri dan cucu beliau (meski setiap saat bisa dan biasa bertemu) pun, ikut merangsek maju.

Habib Quraish kembali 'ngendikan'. Kami pun, kembali seksama mendengarkan.

"Hal yang terpenting dalam menuntut ilmu (meskipun sekarang sudah banyak dilupakan), adalah hubungan atau ikatan batin antara murid dengan guru. Antara santri dengan kyai. Ini yang masih terus diterapkan di pesantren".

Di ruangan ini, yang terdengar hanya suara Sang Habib. Sedangkan di luar, berseliweran suara knalpot sepeda motor. Kami semua tetap harus berkonsenterasi mendengar setiap kata dan kalimat yang beliau sampaikan.

"Begitu dalam hubungan antara seorang 'murid' dengan 'syeikh' (murid adalah orang yang berkehendak mengikuti syeikh/guru), sampai-sampai, walaupun syeikh-nya sudah meninggal jauh, dia bisa jadi datang dalam mimpi untuk muridnya. Hal yang begini bagi orang bukan ahli tasawuf pasti tidak akan percaya. Saya percaya persis, karena saya mengalami itu".

Sambil menatap dan menepuk paha kirinya Abah, suara Habib Quraish agak sedikit pelan;

"Hal yang beginian, masih banyak orang yang tidak percaya!".

Abah mengangguk dabarengi satu kata menanggapi pernyataan beliau;

"Ya..!"

Habib Quraish Shihab, kembali melanjutkan tausiyahnya.

"Hati saya lagi gundah, saya mimpi. Saat saya lagi senang, saya lihat dia datang sambil tersenyum, dan lain sebagainya. Nah, di situ ada hubungan batin".

Aku pun ikutan mengangguk. Dengan tetap menatap tajam wajah teduhnya. Sungguh, aku tak bosan melihat wajah yang penuh cahaya itu.

"Kesulitan kita, dan kekurangan kita dalam hubungan batin antara murid dan guru ini lebih tidak ada. Bahkan sekarang ini, kekurangajaran yang ada. Jadi, tidak ada 'berkat' (berkah)."

(Gus Wahyu Salvana)
Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam.

No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan