humor

5.1.17

Pereduksian Makna Identitas Hakiki Lambang

 

Swastika bermakna kedamaian, kebaikan dan kesejahteraan. Lambangnya yang disakralkan kerap dijumpai dalam kebudayaan Hindu-India, Persia, hingga Yunani purba. Tapi, ketika NAZI memodifikasi derajat kemiringannya disertai dasaran triwarna khas Prussia: merah darah, putih dan hitam, lalu dijadikan lambang kebesaran NAZI, Swastika ini menjelma logo horror, baik pada saat Adolf Hitler berkuasa maupun hingga kini.

Masih ingat dengan bendera khas ISIS berisi kalimat syahadat dengan latar warna hitam? Jelas, bendera ini kini lebih identik dengan teror. Kalimat mulia yang dihilangkan makna hakikinya oleh ulah segerombolan bajingan.

Lambat laun, kalimat tauhid dan pengakuan kerasulan Baginda Muhammad Shallallahu 'Alahi Wasallam yang terpatri dalam sebuah bendera nyaris menjadi identitas sebuah teror, sebagaimana pereduksian makna hakiki lambang Swastika.
WAllahul Musta'an
ditulis oleh Rijal Mumazziq Z Posted by Penerbit imtiyaz,http://imtiyaz-publisher.blogspot.com/ Penerbit Buku Buku Islam.


-----------
Dulu saat masih kecil, saya mengenal swastika dg sebuta Ryumanjisen gara2 ada film kartun Jepang yang mengaggap logo ini sbg jimat

saat belum ada orang bengak bengok kopar kapir dan kita masih asyik bercita cita menjadi McGyver dan nonton Lucky Luke sore hari serta nonton Combat bakda magrib setelah tahlilan malam jumat wkwkwk 


No comments:
Write comments

Advertisement

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();

-

Terbitan




Dgus dur dan sepakbola terbitan penerbit imityaz

ensiklopedia 22 aliran tasawwuf

Hilyah buku cerdas bahasa arab dan inggris

Menyongsong Taqdir Meniti Asa

Dari Pesanteren untuk ummat terbitan penerbit imityaz

pengetahuan dasar alqur'an penerbit imityaz



Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan

Rasionalisasi Tuhan